Agenda


-------------------------

Ikuti lomba KaryaKita
Periode 11 - 18 Juli 2009 - Edisi PUISI 'Dunia Anak'
Informasi selengkapnya baca
DISINI

-------------------------

KONSER IWAN FALS & BAND
Tema: CIKAL
Hari, Tanggal: Sabtu, 25 Juli 2009 | Jam: 15.15 WIB
Tempat: Panggung KITA, Leuwinanggung 19 Cimanggis

HTM: Rp.40.000,-


Panduan menuju Panggung KITA silahkan baca DISINI

-------------------------

12 July 2009

Album Baru Iwan Fals 2009, Untukmu Terkasih

Awal Juli 2009 menjadi jawaban atas pertanyaan para penggemar yang selalu menanyakan kapan Iwan Fals akan merilis album baru. Album terakhir Iwan Fals adalah album ‘kompromi dengan pasar’ berjudul 50:50 yang edar pada tahun 2007 dibawah label Musica Studios. Dan kini dibawah bendera Falcon Music, Iwan Fals merilis sebuah album baru berjudul ‘Untukmu Terkasih’.

Namun jangan senang dahulu, album baru ini hanya berisi 2 buah lagu yaitu "Untukmu Terkasih" dan "Merdeka". Kedua lagu itu malah sudah dipasarkan kepada publik lewat konten download RBT bersamaan dengan launching situs resmi Iwan Fals (iwanfals.co.id) pada 16 Agustus 2008 yang lalu. Lagu Untukmu Terkasih liriknya ditulis oleh Fajar Budiman dan lagunya dari Iwan Fals. Lagu ini kemudian semakin sering dinyanyikan dalam konser-konser Iwan Fals sejak awal 2009 baik di TV maupun open space. Khusus lagu ‘Merdeka’, itu malah sudah lama dinyanyikan seperti dalam penampilan Iwan Fals di sebuah stasiun TV pada tahun 1998.

Dalam mini album ini, Iwan Fals membawakan secara akustik kedua lagu itu. Mengingatkan kita kepada 2 album sebelumnya yang juga dibawakan Iwan Fals full akustik yaitu album "Belum Ada Judul" dan album “Manusia 1/2 Dewa". Kedua lagu dalam mini album ini direkam di Fals Record (studio pribadi milik Iwan Fals) di Leuwinanggung. Sedangkan untuk proses mixing-nya dibantu oleh Heirrie Buchaeri pada pertengahan Desember 2008. Heirrie saat ini juga tergabung dalam Iwan Fals & Band sebagai pemain bass.

Mini album ini diedarkan dalam 2 versi yaitu kaset dan CD. Harga keduanya relatif terjangkau dan dibawah harga rata-rata kaset dan CD yang beredar saat ini. Cukup masuk akal karena hanya berisi 2 lagu. Dalam versi kaset dijual dengan harga Rp.12.000 sedangkan untuk versi CD dijual dengan harga Rp.20.000 dan ditambah bonus berupa DVD video clip "Untukmu Terkasih". Sebuah video klip yang berkisah tentang penderitaan rakyat kecil, dan membawa pesan kepada kita agar membantu rakyat yang tidak mampu. Mini album ini diproduksi oleh PT.Merak Cipta Indokreasi dan bisa dibilang album Untukmu Terkasih dari Iwan Fals ini sudah lepas dari Musica Studios, label yang dominan menaungi Iwan Fals selama ini.

Penjiwaan Iwan Fals di kedua lagu dalam album ini cukup baik. Iwan Fals terdengar fresh membawakan kedua lagu tersebut walaupun hanya diiringi dengan gitar akustik tanpa harmonika. Terlebih pada lagu Merdeka, Iwan Fals bernyanyi sangat emosional ditambah ritme lagu yang lumayan cepat. Diakhir lagu, Iwan Fals memekikkan kata Merdeka..! dengan penuh semangat. Mini album ini seperti menunggu dihadirkan pada momen bertepatan dengan suasana Pilpres dan menjelang peringatan HUT RI pada Agustus nanti.

Dalam mini album ini, Iwan Fals kembali mengajak kita yang mampu untuk membantu minimal satu orang yang tidak mampu agar kemiskinan dapat sedikit teratasi. Pesan tersebut digambarkan lewat desain covernya dimana pada setiap bagian ditampilkan potret - potret kemiskinan yang terjadi di sekeliling kita. Foto-foto dalam cover album ini diambil oleh fotografer terkenal Darwis Triadi.

Sayang, kehadiran album ini malah seperti menjadi album baru namun ‘basi’. Karena lagu-lagunya sudah terlalu sering didengarkan. Ada kekecewaan dari banyak penggemar, lagu baru Iwan Fals di album ini sudah didengar dimana-mana, video klipnya juga sering tayang di TV, bahkan versi mp3 bajakannya juga mudah didownload, namun albumnya malah baru sekarang beredar. Itupun hanya berisi dua lagu. Kehadiran album ini terkesan dipaksakan mengingat Iwan Fals sudah 2 tahun belum mengeluarkan album baru. Kekecewaan ini mengingatkan pada album lama Iwan Fals seperti album Mata Hati yang hanya berisi satu lagu baru. Juga pada album Anak Wayang yang hanya berisi 6 lagu, itupun Iwan Fals cuma bernyanyi penuh pada dua lagu dan selebihnya duet dan dinyanyikan oleh Sawung Jabo. Serta pada album Pemanjat yang hanya ada satu lagu yang dinyanyikan Iwan Fals.

Dan ada satu pertanyaan juga, mengapa pada album baru Iwan Fals ini tidak sekalian diisi dengan lagu 'Negeri Yang Hilang' karya Bagoes A.A. Lagu itu sekarang malah sudah dijual dalam konten download ring back tone. Sepertinya Falcon sebagai label Iwan Fals yang baru berusaha menghindari pembajakan lewat strategi pemasaran dengan meluncurkan lagu dalam konten download dahulu, baru setelahnya lagu-lagu itu dijual dengan sistem dicicil dalam bentuk CD atau kaset dengan harga yang relatif murah. Mengamati ini, kami mengira selanjutnya akan hadir mini album-mini album Iwan Fals yang lain.

Namun dibalik semua itu, kehadiran mini album Untukmu Terkasih ini sedikit mengobati kerinduan penggemar. Meskipun materi album bukan sesuatu yang baru, minimal album ini bisa menjadi koleksi. Harapan kami semoga mini album ini hanyalah 'pemanasan' dan menjadi penyemangat Iwan Fals dalam berkarya untuk menghasilkan sebuah album yang berisi lebih dari 2 lagu. Sudah tentu penggemar Iwan Fals sekarang sangat menanti-nanti kolaborasi Iwan Fals dan Slank yang santer dibicarakan. Dari majalah Rolling Stone Indonesia edisi Juli 2009, dikabarkan Iwan Fals dan Slank akan membuat album bersama dengan dua vokalis yaitu Iwan Fals dan Kaka. Kita tunggu saja. (Fendi Kurniawan & Syafiq Baktir)

Selanjutnya...

02 July 2009

Tunjuki Kami Jalan (Taufik Ismail)

Puisi ini karya penyair kondang Taufik Ismail. Dibacakan beliau sendiri pada saat acara Special Iwan Fals, Jelang Pemilu Indonesia -Satu Untuk Negeri- Live di TV One pada tanggal 8 April 2009, sehari sebelum Pemilihan Umum legislatif. Puisi yang sangat ‘berani’ ini dibacakan oleh Taufik Ismail dengan tegas dan lantang.


Tunjuki Kami Jalan

Taufik Ismail


Dengan hati yang berdebar-debar
Sebuah bangsa akan memasuki lagi sebuah gerbang yang besar
Gerbang pelaksanaan ide yang bernama demokrasi untuk ke sepuluh kali

1,6 juta orang akan memperebutkan 18 ribu lebih kursi
Mewakili seluruh strata perwakilan di seantero negeri
Untuk itu mereka menghabiskan lebih dari 100 triliun rupiahnya secara pribadi

Ini demokrasi terlampau mahal
Demokrasi yang sangat mahal bagi bangsa yang miskin
Bangsa yang berhutang 1.500 triliun rupiahnya

Di sebuah negeri yang 40 juta warganya menganggur tidak mendapatkan kesempatan kerja
Di negeri yang petani miskinnya berpuluh tahun mensubsidi harga beras orang kota

Bangsa yang terhadap keadilan seperti hampir kehilangan harap
Di negeri yang hukum sukar ditegakkan karena tiangnya penuh rayap

Bangsa yang sakit kronis karena dicengkram epidemi korupsi
Di negeri yang malingnya makin banyak dengan datangnya reformasi

Bangsa yang anak-anaknya 6 juta dibelenggu narkoba
Di negeri yang anak-anaknya tidak mendapat bangku sekolah 10 juta

Kemudian bangsa ini makin permisif, segala boleh
Syahwat yang semakin gawat di negri yang kini
Negeri kita adalah surga pornografi yang paling murah didunia

Kemudian bangsa yang bertanya-tanya macam apa ini merdeka?
Dinegri yang seperti dijajah ini

Karena apa? Karena di dikte !
Karena di dikte…! di dikte…!
Oleh kemauan negara adi kuasa

Ada sebagian dari bangsa kita yang nilai-nilai luhurnya berantakan
Ada sebagian dari bangsa kita yang dimatanya tidak jelas lagi batas halal dan haram
Ibarat membentang benang hitam di hutan kelam jam satu malam

Banyak persoalan… banyak persoalan…
Maa dzaa aroodallahu bihadza matsalaa
("Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?") (QS 2:26)
Ini luar biasa ruwet dan sulitnya problema bangsa

Tapi saudaraku… saudaraku… saudaraku
Jangan putus asa
Bersama mari kita selesaikan raksasa permasalahan

Membasmi kebodohan
Memberantas kemiskinan
Menghabisi perilaku koruptif
Mencegah kekerasan dan anarki
Menegakkan… menegakkan hukum dan keadilan

Robbana… robbana…
Semoga kita tetap diberiNya kesempatan dan keampunan
Kemudian… kemudian…
Semoga masih ada cahaya di atas sana
Untuk bangsa kita…

Selanjutnya...

27 June 2009

Konser Iwan Fals – Tertawa Itu Sehat, Narkoba Itu Jahat

Liputan Konser Bulanan Iwan Fals Juni 2009 – Tertawa Itu Sehat, Narkoba Itu Jahat
Oleh: Fendi Kurniawan

Bertepatan dengan Hari Anti Narkoba yang jatuh tanggal 26 Juni 2009, pada hari Sabtu, 27 Juni 2009, PT. Tiga Rambu (perusahaan milik Iwan Fals) disponsori oleh PT. TVS Motor Company Indonesia kembali menggelar konser bulanan Iwan Fals & Band di kediaman Iwan Fals. Kali ini konser bulanan yang selalu diselenggarakan di Panggung Kita, Desa Leuwinangggung – Depok, memilih tema "Tertawa Itu Sehat, Narkoba Itu Jahat".

Iwanfalsmania.blogspot.com menyaksikan konser yang dimulai pukul 15.15 wib yang dibuka dengan lagu Intermezzo. Lagu ini dibawakan Iwan Fals secara akustik. Dalam konser yang dihadiri sekitar 700 orang penonton, Iwan Fals & Band banyak sekali memasukan unsur musik tradisional kedalam aransemen lagu. Seperti pada lagu Asik Nggak Asik, pemain keyboard Edi Daromi memasukan unsur musik Sunda. Pada lagu yang lain Edi juga menambahkan unsur musik dari daerah Minang.

Ketika sedang membawakan lagu Asik Nggak Asik, Iwan Fals merasa ada yang aneh dengan suara gitarnya. Dua kali Iwan Fals menghentikan lagu di tengah-tengah karena merasa nada yang ia mainkan terlalu tinggi dibandingan dengan personel lain. Kontan Iwan Fals pun meminta maaf kepada penonton. "Ya ... namanya juga manusia…", ujar Iwan Fals.

Jumlah lagu yang dibawakan dalam konser ini sebanyak 20 lagu. Iwan Fals & Band sendiri membawakan lagu yaitu: Intermezzo, Berandal Malam Di Bangku Terminal, Sumbang, Asik Nggak Asik, 17 Juli 1996, Lagu Tiga, Ambisi, Gelisah, Aku Bosan, Hua Ha Ha, Nyanyian Preman, Manusia 1/2 Dewa dan Buktikan.

Bintang tamu yang hadir kali ini adalah grup band beraliran reggae, yaitu Steven & Crossing Corner yang membawakan lagu Sugali, Frustasi, Lilin - Lilin Kecil dan Pesta Pora. Kemudian hadir juga bintang tamu yang lain yaitu Denada. Denada yang dulu adalah penyanyi pop yang kemudian menjadi seorang rapper dan belakangan memilih genre dangdut ini adalah putri dari penyanyi senior Emilia Contessa yang kondang di tahun 70-an. Denada membawakan lagu Kucing Garong, kemudian lagu Iwan Fals berjudul Jalan Yang Panjang Berliku dan diagendakan menyanyi Mata Dewa. Namun sayang lagu Mata Dewa batal dinyanyikan karena terbentur durasi waktu.

Tampak hadir dideretan penonton adalah Eros Jarot dan perwakilan dari Musica Record. Yang menarik, dalam konser bulanan edisi Juni ini untuk pertama kalinya PT. Tiga Rambu menjual tiket VIP sebanyak 50 lembar dengan harga Rp.100.000,-. Kursi di tribun VIP biasanya disediakan untuk tamu undangan saja. Tapi peminat tiket VIP tetap saja sedikit, penonton lebih banyak membeli tiket festival seharga Rp.40.000,-. Tentu saja selain harganya lebih murah, penonton juga lebih bebas berjoget dan menikmati penampilan Iwan Fals & Band dari dekat.

Untuk bulan Juli 2009 nanti, konser bulanan masih akan terus bergulir. Dan dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 25 Juli 2009 dengan tema CIKAL. Cikal adalah nama putri Iwan Fals dan juga menjadi judul album Iwan Fals yang edar di tahun 1991. Tema ini dipilih bertepatan dengan Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2009.

Baiklah kawan, sampai bertemu lagi dalam konser bulanan Iwan Fals & Band berikutnya. (fk/sb)

------------

Konser Iwan Fals & Band
Tertawa Itu Sehat, Narkoba Itu Jahat
Tempat: Panggung Kita – Leuwinanggung, Depok
Hari/Tanggal: Sabtu, 27 Juni 2009
Jam: 15.15 WIB
Bintang Tamu: Steven & Crossing Corner dan Denada

The Band:
Iwan Fals: vocal, gitar, harmonika
Heirrie Buchaery: bass
Cok Rampal: mandolin, gitar
Edi Daromi: keyboard
Sonata: gitar
Deni Kurniawan: drum

Selanjutnya...

Blog Archive

Recent Readers

Komunitas MBL IwanFalsMania [ View | Join ]

Followers

  © 2006 Iwan Fals Mania Created by Syafiq Baktir - Template by Ourblogtemplates.com - Powered by Blogger

Back to TOP